Tempat Lahir: Prefektur Aichi, Jepang
Shinya Ohira adalah salah satu animator paling berbakat dan dikenal di dunia anime. Gaya animasinya meliputi penggunaan gerakan yang dilebih-lebihkan, manipulasi gravitasi dan keseimbangan dengan penggunaan bidikan perspektif yang berbeda, banyak pergerakan kamera yang cepat, dan sudut yang tidak konvensional. Dengan gaya gambarnya yang berani terdistorsi dan kuat, adegannya unik dan langsung dikenali.
Dia telah bekerja sebagai animator selama lebih dari tiga puluh tahun. Karya awalnya di tahun 1980-an sebagian besar terdiri dari adegan aksi dan efek. Dia berpindah-pindah di beberapa studio (termasuk Sunrise, Madhouse, dan Pierrot).
Adegan awalnya termasuk Gal Force 2: Destruction (1987), di mana dia menganimasikan sinar laser dengan rasa gerakan yang sangat lepas dan hidup. Dengan animasinya yang mulus dan pola gerakan bergelombang, adegan tersebut memiliki kelancaran yang hidup yang dapat dilihat sebagai langkah pertama menuju visualitas khas Ohira saat ini.
Dia menggunakan pendekatan yang sama pada efek asapnya untuk Akira (1988) dan banjir untuk Angel Cop (1989). Gayanya benar-benar membuahkan hasil ketika dia mulai menerapkannya pada objek padat, terutama orang. Kasus paling awal seperti itu adalah adegannya di episode 10 The Hakkenden (1994).
Judul lain yang menampilkan keahlian animasinya secara maksimal adalah judul seperti Junkers Come Here (1994), FLCL (2000), "Kid's Story" di The Animatrix (2003), Fuujin Monogatari (2003), Mind Game (2004), "Wanwa" di Genius Party Beyond (2008), Redline (2009), Momo e no Tegami (2011), urutan OP Ping Pong: The Animation (2014), Space Dandy (2014), dan Night Is Short, Walk On Girl (2017).
– "Wobble" Ohira, mungkin ciri khasnya yang paling jelas: objek yang dianimasikan mengembang dan memampat dengan cara bergoyang.