Irina Jelavić
イリーナ・イェラビッチ
Tentang
Hari Ulang Tahun: 10 Oktober
Usia: 20
Tinggi Badan: 170 cm
Berat Badan: 50 kg
Pekerjaan: Pembunuh bayaran profesional, guru bahasa asing paruh waktu
BWH: 97-60-91
Irina Jelavić adalah seorang pembunuh bayaran wanita profesional yang disewa untuk menghabisi Korosensei dengan menyamar sebagai guru bahasa asing paruh waktu di kelas 3-E. Ia menggunakan daya tariknya untuk menggoda Korosensei, yang pada awalnya membuat sang target menuruti apa pun permintaannya. Namun, upaya pembunuhan pertamanya gagal setelah Korosensei mampu mematahkan serangan dari tiga orang suruhannya, berakhir dengan rasa malu yang membuatnya bersumpah untuk membalas dendam. Ia mengajarkan para murid cara menggoda orang dari negara lain, agar melalui metode ini mereka dapat mempelajari bahasa asing. Biasanya, ia menghukum murid laki-laki yang gagal menjawab pertanyaannya saat pelajaran dengan cara mencium mereka.
Irina adalah sosok yang penuh tipu daya, licik, dan mempesona; ia sering menggunakan pesonanya untuk memengaruhi dan memanipulasi targetnya. Ia dapat dengan mudah berteman dengan orang lain jika ia mau, dan membujuk mereka untuk menurunkan kewaspadaan hingga menjadi rentan di hadapannya. Rayuan adalah teknik utama yang ia gunakan, sekaligus merupakan bidang keahliannya.
Irina merupakan pembunuh profesional yang sangat ahli dalam hal infiltrasi dan mendekati target. Ia menguasai kemampuan percakapan dalam sepuluh bahasa dan memiliki rekam jejak yang terbukti dengan 11 misi di berbagai negara di seluruh dunia. Ia sangat membanggakan kemampuan dan kehebatannya sendiri; ia bahkan dengan penuh semangat menyatakan bahwa orang lain yang berada di ruangan yang sama dengannya harus merasa bersyukur. Irina cenderung memandang rendah orang lain, terutama anak-anak, yang ia anggap tidak sepadan dengan performa hebatnya. Keangkuhannya sering dianggap menyebalkan, dan ia sering berselisih dengan para murid Kelas 3-E. Namun, setelah menyadari pentingnya bekerja sama dengan para murid, ia memperbaiki sikap sombongnya dan belajar untuk menjadi lebih rendah hati.
Ia dijuluki "Bitch-nee-san" oleh murid-muridnya karena ia melarang mereka memanggilnya dengan nama depan. Kemudian, ia menjadi "Bitch-sensei" setelah para murid mengakuinya sebagai guru mereka. Perlu dicatat bahwa ia mendapatkan julukan "-bitch" dari akhiran nama belakangnya, "Jelavić". Karena pelafalan Jepang sering mengubah huruf "V" menjadi "B", akhiran "-vic" pun berubah menjadi "-bic" atau "-bitch".
Bitch-sensei memang sangat cantik dan mematikan, tapi hati-hati jangan sampai terkena perangkap mautnya ya, nyaa~ (*´∀`*)







