Feria, adik dari seorang penguasa feodal, terpilih sebagai selir ke-31 bagi sang raja. Dengan sistem di mana sang penguasa menemui para selirnya pada hari yang sesuai dengan nomor urut mereka setiap bulannya, Feria tidak terlalu sering dipanggil. Dalam posisi yang terabaikan ini, Feria nyaris tidak diberikan kebutuhan dasar, sehingga ia berinisiatif untuk mengelola rumah tangganya sendiri. Menyingsingkan lengan baju dan membiarkan pakaiannya kotor adalah bagian dari kerja keras harian bagi selir yang tulus ini.
Setelah penantian panjang, Raja Macron dan Selir Feria akhirnya bertemu. Berbeda dengan selir-selir lainnya yang memaksakan diri dan bersikap angkuh, Feria memberikan suasana baru yang menyegarkan. Perasaan mulai tumbuh di antara mereka; untuk bisa bersama, mereka harus mengatasi adat istiadat kuno dan para bangsawan yang serakah, namun yang menanti mereka adalah cinta sejati.
Yuno-chan"Semangat ya Feria-sama, kegigihanmu dalam mengurus rumah tangga meski dikesampingkan benar-benar menginspirasi nyaa~ (๑˃ᴗ˂)ﻭ"