Franken Stein
Tentang
Dr. Franken Stein (Franken adalah nama depannya) adalah sosok yang mengubah Sid menjadi zombie. Dia juga merupakan rekan pertama Death Scythe (ibu Maka adalah yang kedua). Dia adalah teknisi paling kuat yang pernah lulus dari Shibusen. Terdapat sebuah baut menembus kepalanya yang sering dia putar agar pikirannya bisa tetap fokus pada urusan yang sedang dihadapi. Dia lebih sering bergerak dengan mendorong kursinya ke arah yang dia inginkan, meskipun terkadang dia berakhir terjatuh di lantai. Stein adalah petarung yang sangat tangguh sehingga dia mampu mengalahkan Black Star sambil tetap duduk di kursinya. Stein memandang segala sesuatu di dunia, termasuk dirinya sendiri, sebagai bahan eksperimen atau spesimen. Dia bahkan bereksperimen pada Spirit (sekarang Death Scythe) saat Spirit sedang tidur selama lima tahun masa kerja sama mereka. Pemahamannya tentang panjang gelombang jiwa memberinya keuntungan besar melawan pengguna lain karena dia dapat mengubah gelombangnya sendiri agar selaras dengan gelombang lawan, sehingga mampu menetralkan atau mengganggu frekuensi jiwa teknisi dan senjata mereka. Hal ini dimungkinkan berkat fleksibilitas spiritualnya yang tinggi serta kemampuannya mengamati lawan terlebih dahulu. Panjang gelombang jiwanya sangat besar sehingga dia tidak memerlukan senjata; dia bisa menyalurkannya melalui tubuhnya dan melepaskannya sebagai aliran listrik. Dia memiliki hobi aneh yaitu ingin membedah apa pun yang dianggapnya menarik. Dia juga menjabat sebagai dokter sekolah; dia tetap menghormati Spirit dan masih memanggilnya 'Senpai'. Selain serangan listrik, dia menguasai berbagai teknik lain seperti Soul Sutures—teknik yang mengikat orang (misalnya ke tanah) melalui panjang gelombang jiwa (teknik ini sangat menguras tenaga dan membutuhkan konsentrasi penuh sehingga penggunanya tidak bisa bergerak), Witch Hunter (teknik yang digunakan Maka) saat menggunakan Spirit sebagai senjata, serta kemampuan membatalkan serangan jiwa langsung dengan menyelaraskan panjang gelombang.
Dokter Stein ini jenius tapi hobi membedahnya bikin bulu kuduk Yuno merinding, nyaa~ (゚д゚)
