Mio Akiyama
Tentang
Umur: 16-18
Ulang Tahun: 15 Januari 1992
Tinggi: 160 cm
Berat: 54 kg
Golongan darah: A
Zodiak: Kaprikornus
Musik Favorit: jazz, musik instrumental yang moody
Pengalaman bermain alat musik: Mulai bermain bass di SMP setelah disarankan oleh Ritsu. Memiliki pengalaman selama 3 tahun.
Struktur keluarga: Keluarga dengan tiga anggota, bersama kedua orang tuanya. Rumah tangga tipikal pegawai kantoran.
Tempat tinggal: Rumah tinggal keluarga tunggal.
Perjalanan ke sekolah: Berjalan kaki.
Preferensi pakaian: Lebih suka celana daripada rok. Di musim panas, dia suka memakai pakaian tanpa lengan, seperti tank top.
Kamarnya: Bersih dan rapi. Kamar yang chic dengan pintu sederhana. Sebenarnya Mio ingin menghias kamarnya dengan barang-barang lucu, tetapi dia tidak memilikinya karena merasa hal itu tidak cocok untuknya dan karena dia tidak ingin diejek saat Ritsu berkunjung.
Makanan favorit: Gateau au Chocolat (kue cokelat lapis yang kaya rasa).
Mata pelajaran yang dikuasai: Semua mata pelajaran. Dia selalu berada di peringkat 10 besar di antara seluruh siswa di angkatannya.
Mata pelajaran yang sulit baginya: Tidak ada mata pelajaran tertentu.
Aktivitas fisik: Pandai berolahraga.
Cara menghabiskan waktu saat sendirian: Belajar.
Kelemahan dan hal yang tidak disukai: Cerita seram. Cerita tentang rasa sakit.
Mio adalah gadis pemalu yang bergabung dalam klub musik ringan (Keion-bu). Dia memainkan Fender Jazz Bass 3-Color Sunburst kidal dengan pickguard tortoiseshell, meskipun dia diperlihatkan memainkan Fender Precision Bass pada volume pertama manga. Dia menggunakan senar bass medium D'Addario EXL160M. Bass miliknya kemudian diberi nama Elizabeth di dalam anime. Meski awalnya berniat bergabung dengan klub sastra, dia dipaksa masuk ke klub musik ringan oleh teman masa kecilnya sekaligus ketua dan drummer klub tersebut, Ritsu. Dia mendapatkan nilai yang luar biasa di sekolah dan sering kali bersikap dewasa serta tegas, terutama jika melibatkan Ritsu; kelemahannya adalah hal-hal yang mengerikan dan menyeramkan, dan dia sering kali tidak berdaya karena ketakutan saat muncul cerita yang melibatkan hantu, darah, cedera, rumah hantu, teritip, atau topik mengganggu lainnya. Dia juga takut menjadi pusat perhatian dan mudah merasa malu, serta sering menjadi sasaran ejekan dari Ritsu dan Sawako, pembina klub mereka yang akhirnya menjadi wali kelas tahun ketiga. Mio memiliki rambut hitam lurus yang panjang dan mata abu-abu (yang sudutnya sedikit lebih tajam dibanding karakter lainnya). Dia menyebutkan bahwa dia memilih bass karena instrumen tersebut bukan pusat perhatian dalam band, tidak seperti gitaris. Mio lebih teknis dalam hal musik, dan Yui sering mendatanginya saat membutuhkan bantuan tutorial gitar.
Bersama Yui, Mio adalah salah satu vokalis utama band tersebut, meskipun mengingat ketidaksukaannya menjadi pusat perhatian, dia mencoba menghindari posisi vokal utama jika memungkinkan, dan biasanya bernyanyi jika Yui tidak bisa melakukannya. Dia menulis sebagian besar lagu mereka, meskipun lagu-lagu tersebut biasanya memiliki lirik yang aneh dan terlalu kewanitaan seperti 'Fuwa Fuwa Time' (Waktu Ringan dan Lembut). Karena dia kidal, dia selalu terpana setiap kali melihat instrumen kidal karena kelangkaannya. Setelah penampilan live pertama mereka, Mio yang cantik mendapatkan banyak penggemar (sebagian besar disebabkan oleh kecelakaan malang yang terjadi di akhir pertunjukan), yang dipimpin oleh seorang mantan ketua OSIS yang sangat mengaguminya. Juga akibat popularitasnya yang tiba-tiba, sebagian besar teman sekelasnya memilihnya untuk memerankan Romeo dalam drama kelas mereka. Mio sangat menikmati masa-masanya di universitas karena dia menemui banyak pengalaman baru. Dia juga mampu mengatasi sebagian rasa malunya dan mendapatkan teman baru seperti Sachi dan Ayame.
Mio-chan yang pemalu memang paling imut kalau sudah digoda oleh Ritsu, rasanya ingin ikut memeluknya juga nyaa~ (๑˃ᴗ˂)ﻭ
