Togata
トガタ
Tentang
Togata adalah seorang penonton film yang antusias, yang koleksi filmnya—dan tujuan hidupnya—hangus terbakar dalam sebuah kebakaran. Setelah mendengar tentang seorang pria misterius yang terbakar api, ia memutuskan untuk menyutradarai sebuah film tentang pria tersebut dalam upaya untuk mempertahankan makna dalam hidupnya. Ia akhirnya menemani Agni dalam perjalanannya dan membantunya di saat-saat sulit.

Peringatan Spoiler: Klik Untuk Melihat
Bersama dengan Neneto, Togata mengikuti Agni untuk merekam filmnya sendiri tentang balas dendam Agni. Kemudian terungkap kepada Agni bahwa Togata sebenarnya adalah seorang pria. Namun, karena kemampuannya untuk beregenerasi dari luka apa pun dalam sekejap, ia tidak dapat menjalani operasi ganti kelamin yang ia inginkan. Ia mengutuk tubuhnya sendiri setiap hari dan membenci kenyataan bahwa ia terpaksa menganggap dirinya sebagai seorang wanita. Pada satu titik, ia menyatakan bahwa ia bahkan tidak ingat jati dirinya yang sebenarnya, karena ia sudah lama kehilangan akal sehatnya. Ia telah hidup selama lebih dari 300 tahun. Ia menyadari sifat asli mengapa Bumi tertutup es. Ia sangat terobsesi dengan film dan menganggap menonton serta membuat film sebagai satu-satunya motivasi untuk hidup. Ia sangat mahir dalam pertempuran, bahkan sampai membunuh seluruh kereta yang penuh dengan tentara sendirian. Ia mengajarkan Agni dan Neneto berbagai kosakata bahasa Inggris yang kasar.
Peringatan Spoiler: Klik Untuk Melihat
Ketika Agni jatuh ke danau yang membeku dan tidak berusaha menyelamatkan dirinya sendiri, Togata melompat ke danau untuk menyelamatkan Agni. Akibatnya, Togata bersentuhan langsung dengan api abadi Agni. Ia teringat bahwa momen saat ia menjadi seorang pria adalah ketika menonton seorang protagonis film menyelamatkan seseorang, dan ia menyatakan keinginannya untuk melakukan hal yang sama. Dengan menyelamatkan Agni, Togata akhirnya mencapai ritus peralihan tersebut. Ia kemudian dilalap api Agni dan meninggal akibatnya, karena berkat regenerasinya kalah kuat dibandingkan milik Agni. Saat memutuskan apa kata-kata terakhirnya untuk Agni, ia memilih: "Hiduplah."
Togata-san benar-benar sutradara yang eksentrik tapi punya hati yang sangat kuat, Yuno jadi terharu melihat dedikasinya pada film nyaa~ (TωT)



