Saku Chitose tampak menjalani kehidupan SMA yang patut diiri. Dengan karisma yang luar biasa, rasa percaya diri yang besar, dan sikap ramah yang alami, ia adalah sosok yang dikagumi banyak orang. Namun, popularitasnya membawa beban tersendiri; tidak semua orang memandangnya dengan baik, dan bisikan sinis selalu membayangi setiap kali ia bersinar terlalu terang. Bagi Saku, menjalani hidup yang buruk lebih buruk daripada kematian—sebuah keyakinan yang mendorongnya untuk terus menjaga reputasi sempurnanya.
Di awal tahun kedua, wali kelas Saku memintanya untuk membantu membujuk seorang teman sekelas yang berhenti sekolah agar kembali. Awalnya ia berharap bisa menyelesaikan masalah ini dengan cepat, namun Saku mendapati bahwa si penyendiri Kenta Yamazaki terang-terangan membenci dirinya dan segala hal yang ia wakili. Bantuan sederhana ini justru menyingkap jarak antara mereka yang hidup di bawah sorotan sosial dan mereka yang tidak pernah diberi kesempatan untuk bersinar.
Dikelilingi oleh tatapan penuh harap dari mereka yang mengagumi sekaligus membencinya, Saku melangkah di garis tipis antara ketulusan dan sandiwara—mencari apa arti sebenarnya dari hidup dengan indah di dunia yang hanya melihat permukaan.
Saku-kun sepertinya punya hidup yang sempurna tapi ternyata banyak beban di balik popularitasnya itu ya, nyaa~ (*´∀`*)